banner 728x90

“Grebeg Pring Urip 2018” Resmi Dibuka. Pecahkan rekor Indonesia Bersama PEKATIK Magetan

 

Pecahkan Musium Rekor Indnesia, Festival Grebeg Pring Urip Oleh PEKATIK dan Pemdes Ringinagung – Magetan – Jawa Timur

Magetan – Jawa Timur
Mearindo, Perhelatan pentas seni kebudayaan bertajuk “Grebeg Pring Urip” yang digelar selama tujuh hari di Lapangan Desa Ringinagung, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Jawa Timur resmi dibuka pada Jum’at, 7 September 2018.

Pentas kebudayaan yang seluruh ornamenya bernuansa kayu dari pohon bambu atau dalam bahasa jawa disebut PRING tersebut mampu memecahkan rekor Indonesia dari Original Recor Indonesia (ORI) dengan kategori Menyusun Caping Terbanyak Dengan Bentuk Gunungan Terbesar Di Indonesia. Adapun caping (topi terbuat dari bambu) yang memecahkan Rekor Indonesia itu sejumlah 1440 biji dengan bentuk gunungan tida dimensi setinggi 7.5 meter dan diameter terbesar selama ini.

 

Penganugerahan piagam rekor Indonesia oleh ORI tersebut diberikan kepada Kepala Desa Ringinagung, Karang Taruna Ringinagung, PEKATIK, Bank Sampah Sapu Jagat dan diserahkan Presiden Original Recor Indonesia melalui pengurus yang berpusat di Bandung Jawa Barat. Hadir dalam penganugerahan piagam tersebut Sekda Kab Magetan Drs. Bambang Trianto, MM didampingi jajaran Muspida serta Sartono selaku DPR RI Komisi VI dari Dapil VII dari partai Demokrat.

Acara pembukaan Grebeg Pring Urip yang dijadwalkan dimulai 7 sampai 13 September 2018 itu dimeriahkan perform permainan bocah – bocah, Tari Caping, teatrikal dan tari sufi bersama mubaligh Kh. Syofyan yang lebih dikenal Abah Jambrong.

Sementara itu konsep pagelaran kebudayaan dengan menghadirkan kreasi masyarakat sekitar dengan segala bentuk bangunan terbuat dari Pring atau bambu itu sengaja digagas oleh Harjuno selaku tokoh penggerak Paguyuban Sejarah Kebudayaan Dan Ekonomi Kreatif (PEKATIK) bersama kreatornya.

Menurut Harjuno yang biasa dipanggil Mbah Juno itu pagelaran pementasan berbagai kesenian kebudayaan selama sepekan itu sengaja mengambil tajuk PRING dimaksudkan bahwa Pring atau bambu adalah salah satu makhluk tumbuhan ciptaan Tuhan yang mengandung banyak filosofi yang dapat diterapkan dalam berkepribadian hidup bermasyarakat.

“Semua kita konsep dari bahan bambu dengan atap DADUK (daun tebu yang kering) untuk mengangkat filosofi Pring yang mengajarkan kita memupuk kembali sejarah guyub rukun andab asor yang kini kian menghilang”, ucap Harjuno

“Meskipun akarnya kuat, bambu tidak tumbuh sendiri melainkan bersanding dengan bambu-bambu lainnya. Hal itu membuat bambu tidak mudah roboh. Oleh karena itu manusia juga pada hakekatnya diciptakan untuk bersosial dan saling memberikan manfaat bagi yang lain, ” Harjuno

“Dari segi pertumbuhan mencapai ketinggian, bambu memiliki karakter tumbuh Ruas per Ruas, dan menjadi pengajaran bagi manusia bahwa untuk mencapai manusia yang unggul dan sukses harus melalui ikhtar atau usaha secara bertahap”. Harjuno

Selama sepekan pagelaran Grebeg Pring Urip dijadwalkan diisi sejumlah pementasan berbagai jenis tarian tradisional, Jemparingan, Reggae, Mocopatan, Reog, Ketoprak Campursari dan Wayang Kulit. (Gesang)

Pencarian terkait:

- festifal pring urip
banner 468x60

No Responses

Comments are closed.