banner 728x90

Wartawan Metro Jatim Ditangkap. Beberkan Rekaman Dugaan Perselingkuhan SRI GURU SD Karangrejo 1 Madiun

Madiun – Jawa Timur
Mearindo, Dunia pendidikan kembali tercoreng setelah Suhartono (40) warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditangkap aparat kepolisian dan diamankan di Polsek Wungu, Kab.Madiun, Jawa Timur atas kasus dugaan pemerasan terhadap seorang PNS di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Penangkapan terhadap dirinya yang diduga jebakan itu akhirya berbuntut pembeberan dugaan perbuatan amoral oleh SRI Oknum Guru SDN Karangrejo Kab. Madiun Jawa Timur. (28/8/2018)

Suhartono yang merupakan anggota wartawan Metro Jatim wilayah Madiun itu menurut keterangan rekaman di Polsek Wungu menceritakan Suhartono ditangkap di sekolah SD Karangrejo 1 Madiun, Jawa Timur pada Selasa, 28/8/2018.

Suhartono mengaku sebelum penangkapan terjadi dirinya membuntuti oknum guru SD tersebut di hotel Surya Indah dengan seorang laki yang diduga bukan pasangan sah dan keluar hotel sekitar 02.30 Wib. Kemudian Suhartono menanyakan ke yang bersangkutan tentang status laki-laki tersebut.

Kemudian Suhartono di panggil untuk bertemu oknum Guru SRI dan Guru Sri mengakui kalau pria yang bersamanya dihotel waktu lalu bukanlah suaminya, Dan menurut pengakuan Suhartono SRI meminta agar Suhartono tidak mempublikasikan kejadian yang dilihatnya pada malam itu.

Saat berunding SRI bersikukuh minta jangan dimuat berita, oleh Suhartono akhirnya ditawari Iklan ADV yang sesuai aturan perusahaan media terdapat tarif yang berbeda sesuai porsi dan kapasitasnya.

“Iklan kan ada space nya mas dimanapun media dan wartawan pasti kalau iklan atau ADV ada tarif berbeda”, ujar Suhartono

Suhartono akhirnya diminta datang ke sekolah oleh pihak sekolah SD dan pada saat membahas tentang imbal balik upaya menutupi aib diduga perselingkuhan Guru SD Sri dengan iklan ADV itu tiba – tiba datang aparat polisi kemudian menangkap dan membawa Suhartono atas pengaduan pemerasan.

Sementara itu Kapolsek Wungu, AKP Nuryadi SH, mengatakan, setelah penangkapan tersangka pelaku dugaaan pemerasan tersebut, Polsek Wungu didatangi beberapa orang yang mengaku sebagai wartawan dan LSM meminta kepada Kapolsek agar rekanya yang sedang ditahan dibebaskan.

“Sudah saya jelaskan dengan tegas bahwa tersangka tidak bisa dibebaskan. Ada prosedur hukum jika menuntut pembebasan tahanan. Sebagai lembaga negara Polisi tidak bisa membebaskan tersangka begitu saja,” Kata AKP Nuryadi SH.

Sempat terjadi perdebatan antara Kapolsek dengan seorang mengaku sebagai Kabiro Media Metro Jatim wilayah Kabupaten Magetan yang didampingi satu orang anggota LSM Geram. Meraka mengancam akan melaporkan Kapolsek ke Propam jika rekanya tidak segera dbebaskan.

“Dalam penanganan kasus ini Polisi.sudah sesuai prosedur berdasarkan laporan dan beberapa alat bukti dan keterangan pelapor dan tersangka. Kalau mereka ingin melapor ke Propam ya silahkan,” Tegas AKP Nuryadi SH.

Sementara menurut Kabiro Media Metro Jatim wilayah Kabupaten Magetan, Yani, mengatakan, anak buahnya harus dikeluarkan. Karena dia yakin yang dilakukan Suhartono bukan pemerasan tetapi biaya pemuatan berita profil sebagai kerja sama dengan anak buahnya.

“Tetap akan saya laporkan ke Propam jika anak buah saya tidak dikeluarkan malam ini juga. Karena Polisi telah melanggar undang undang dengan menahan dan menghalang halangi wartawan. Kapolsek atos saya lebih atos,” Ujar Yani, usai menemui Kapolsek Wungu.28/8/2018

Diberitakan, penangkapan Suhartono, bermula dari laporan seorang PNS yang datang ke Polsek Wungu, setelah didatangi dan diancam akan diberitakan oleh Suhartono, yang mengaku wartawan dari media Metro Jatim, sambil menunjukan beberapa rekaman foto korban.

Sedangkan menurut Sri, ia yang merasa ketakutan akhirnya menuruti permintaan dengan membayar uang sebesar 3 juta kepada Suhartono dan diberi 700 ribu sebagai uang muka. Namun belum Suhartono keburu ditangkap dan ditahan di Polsek Wungu, Polres Madiun, Jawa Timur.(Faul/red)

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.