banner 728x90

Serikat Buruh Madiun Demo Tuntut Pesangon

Puluhan aktifis buruh Madiun yang bergabung dalam Serikat Buruh Madiun (SBM)-KASBI melakukan aksi unjuk rasa dihalaman kantor DPRD Kota Madiun, Jawa Timur menuntut pesangon kepada PT. Glory Gemilang Jaya Makmur. (15/08/2018)

Sebelumnya lebih dari tiga puluh masa aksi dibawah Koordinator Didit Yuditriono aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut selain menuntut pesangon kepada PT. Gloryi Gemilang Jaya Makmur, Jl. Kapten Saputro No.12 Kota Madiun masa juga menuntut hak atas kekurangan Pesangon dan Bonus Program Cendekia Mejayan kepada PT. Madiun Intermedia Pers, Jl. Panjaitan No.12 Kota Madiun.

Selain melakukan orasi, puluhan pendemo didepan PT. Glory Gemilang membentangkan sejumlah poster dan spanduk berisi tuntutan diantaranya berbunyi: “Upah dibawah Upah = Pidana, Hapus tenaga kontrak outsourcing freelance, 73 tahun Indonesia Merdeka buruh masih Terjajah“.

Dalam orasinya, Aris Budiono (Koordinator SBM-Kasbi) mengatakan pihaknya aksi yang dilakukan pihaknya bersama puluhan perwakilan buruh tersebut bukan untuk mencari rusuh akan tetapi untuk mengikuti anjuran sesuai Disnaker Kota Madiun yaitu pesangon bagi buruh yang telah di berhentikan oleh PT. Glory Gemilang Jaya Makmur.

“Bahwa sesuai anjuran Disnaker Kota Madiun kami menuntut agar PT. Glory Gemilang Jaya Makmur memberikan hak-hak atas pengakhiran hubungan kerja sesuai dengan pasal 265 UU No. 13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan, kepada para karyawannya”, tegas Aris Budiono

Selain itu, Aris juga memaparkan bahwa PT. Glory Gemilang Jaya Makmur dan pekerja Sdr. Sigit  .U. dkk 13 orang agar memberikan jawaban selambat-lambatnya 10 hari setelah menerima anjuran, apabila kedua belah pihak menyetujui anjuran tertulis, selambat-lambatnya 3 hari sejak anjuran tertulis para pihak menghadap mediator Hubungan Industrial untuk dibuatkan perjanjian bersama. Apabila para pihak tidak memberikan jawaban dalam batas waktu yang ditentukan, dianggap menolak anjuran dan kedua belah pihak atau salah satu menolak, dapat melanjutkan penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri di Surabaya.

Aris menambahkan, berdasarkan anjuran tersebut meminta pesangon kepada PT. Glory Gemilang Jaya Makmur yang telah memberhentikan karyawannya, dimana para karyawan tersebut telah bekerja selama 15 tahun.

Sementara itu dalam audensinya, Gembong Pramono Satya, SH selaku Kuasa Hukum PT. Glory Gemilang Jaya Makmur pihaknya menyangkal dengan alasan bahwa sudah dijelaskan tidak ada pemutusan kerja karyawan oleh Bpk. Kurniawan (Direktur PT. Glory Gemilang Jaya Makmur) dan saat ini Kurniawan sudah dipecat dan tidak menjadi Direktur dan PT. Glory Gemilang Jaya Makmur, dan sudah pindah dimana sampai saat ini belum mengetahui keberadaan PT. Glory Gemilang Jaya Makmur.

GEMBONG menambahkan “Bahwa PT. Glory Gemilang Jaya Makmur merupakan anak Cabang dari PT. Tong dengan Direktur Bpk. Joko, dimana PT. Tong sahamnya 95% sedangkan PT. Glory Gemilang Jaya Makmur Sahamnya hanya 5%.”,

“Perlu diketahui bahwa saat ini sidang Perdata terkait tuntutan PT. Glory Gemilang Jaya Makmur kepada PT. Tong sedang berjalan di Pengadilan. Maka dari itu dipersilahkan untuk para karyawan menuntut kepada PT. Tong”, kata Gembong Pranowo, SH

Sekitar pukul 11.00 WIB massa aksi meninggalkan PT. Glory Gemilang Jaya Makmur menuju PT. Madiun Intermedia Pers/ Radar Madiun, Jl. Panjaitan No.12 Kota Madiun selanjutnya membentangkan poster dan melakukan orasi.

Masa menuntut hak kita yaitu pesangon bagi buruh yang telah di berhentikan oleh PT. Madiun Intermedia Pers/ Radar Madiun. Masa juga menuding PT. Madiun Intermedia Pers/ Radar Madiun saat ini masih mengerjakan pekerja dengan outsourcing freelance.

Kemudian pukul 12.20 WIB massa aksi menuju Kantor DPRD Kota Madiun, Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Madiun, selanjutnya perwakilan massa aksi diterima oleh Drs. Istono, M.Pd (Ketua DPRD) dan Didik Yulianto, ST (Wakil Ketua DPRD) Kota Madiun untuk menyampaikan aspirasinya.

Audiensi perwakilan masa aksi buruh dengan pihak DPRD Kota Madiun juga disaksikan pihak keamanan Kompol Edi Siswanto (Kapolsek Kartoharjo) dan dihadiri Heny Ratna selaku Kasi Disnaker Kota Madiun.

Sementara itu Kasi Disnaker Kota Madiun dihadapan pimpinan DPRD Madiun dan perwakilan masa menjelaskan bahwa : Disnaker Kota Madiun telah menangani PT. Glory Gemilang Jaya Makmur sejak Juli 2017, dan selama pertemuan dengan Disnaker selalu diwakili oleh pengacara. Sedangkan Direkturnya Sdr. Kurniawan tidak pernah hadir. Untuk itu Disnaker menganjurkan kepada PT. Glory Gemilang Jaya Makmur agar memberikan pesangon bagi pekerja.

Tidak hanya itu, Heny ratna juga menyampaikan himbauan dari Disnaker Madiun terkait kasus PT Madiun Intermedia Pers/ Radar Madiun baru masuk ke Disnaker. Kami juga mendorong agar penyelesaiannya cukup di PN Madiun saja dan tidak perlu harus ke propinsi mengingat biaya dan energi yang akan dikeluarkan akan lebih besar.

Sedangkan Drs. Istono, M.Pd Ketua DPRD Kota Madiun berjanji hasil pertemuan tersebut akan dibahas dengan komisi yang membidangi dan selanjutnya akan kami tindak lanjuti. (Ied/Hjuk)

Pencarian terkait:

- demo radar madiun
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

15 − 14 =