banner 728x90

PUNGLI MEMALUKAN! Kapolres Diduga Terima 50 Juta Per Minggu, Belasan Anggota Dibawa Ke Mabes

Gambar Ilustrasi

Kediri – Mearindo, Sejumlah anggota Kepolisian dari Polres Kediri diamankan Tim Saber Pungli Mabes Polri lantaran kedapatan malakukan perbuatan memalukan, (18/8/2018). Belasan oknum anggota Satpas Polres Kediri Jawa Timur itu diduga melakukan pungutan liar proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Pol Frans Barung Mangera mengatakan, saat ini ketiga belas anggota Polres Kediri tersebut tengah menjalani penyelidikan oleh Propam Mabes Polri.

“Saat ini ketiga belas anggota Polres Kediri dan beberapa PNS diamankan dan diperiksa di Mabes Polri”, terang Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Pol Frans Barung Mangera melalui pesan singkat kepada media.

Terbongkarnya praktek Pungli pembuatan SIM di Satpas Polres Kediri tersebut dilakukan dengan modus setiap pemohon SIM dikenakan biaya diluar PNBP yang bervatiatif. Adapun besaran biaya tidak sama mulai dari Rp. 500.000,- s.d. Rp. 650.000,- /orang tergantung jenis SIM nya.

Untuk memuluskan aksinya mereka memasang calo yang dijadikan pegawai harian lepas (PHL) yang sudah terkordinir diantaranya HARRY, Sdr. ALEX, Sdr. BUDI,dan Sdr. YUDI.

Informasi yang berhasil dihimpun Mearindo, bahwa setiap hari para calo menyetorkan uang pungutan diluar PNBP kepada PNS ANTO yang kemudian dilaporkan kepada Bagian Urusan (Baur) SIM BRIPKA IKA, setelah direkap setiap minggunya uang tersebut di distribusikan kepada petinggi Polres Kediri diantaranya Kapolres, Kasat lantas, KRI, Kas dan Baur Sim.

Sedangkan pembagian hasil dari uang haram pungli tersebut setiap anggota Satpas menerima uang hasil pungli setiap hari sekitar Rp300.000,- dari PNS ANTO, sedangkan Kapolres AKBP ERICK setiap minggunya menerima sekitar Rp40.000.000,- s.d. Rp50.000.000,. Sementara itu Kasat AKP FATIKH mendapat setoran sekitar Rp10.000.000,- s.d. Rp.15.000.000. Tidak hanya itu untuk upeti yang diterima KRI IPTU BAGUS sekitar Rp2.000.000,- s.d. Rp3.000.000, dan bagian jatah Baur Sim sekitar Rp2.000.000,- s.d. Rp3.000.000,-.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu:

  1. Berkas pemohon SIM
  2. Rekapan pungutan diluar PNBP
  3. Uang hasil pungutan diluar PNBP sejumlah Rp71.177.000,-, dengan rincian:
  • Uang pungutan diluar PNBP Rp. 14.546.000,- diamankan dari Calo BUDI
  • Rp. 7.451.000,- diamankan dari BRIPDA CYNTYA
  • Rp. 9.180.000, dari BRIPKA IKA;
  • Rp. 40.000.000, diamankan dari AKBP ERICK untuk pungutan diluar PNBP periode 13 Agustus 2018 s.d. 16 Agustus 2018 yang diterima dari BRIPKA IKA tanggal 17 Agustus 2018;
  • Uang sebesar Rp18.450.000,- yang diamankan dari petugas Bank TESYAR yang belum bisa dipertanggungjawabkan serta
  • 30 (tiga puluh) buah Handphone.

Beberapa terduga pelanggar yang di amankan Tim Saber Pungli Mabes Polri dari Satpas Satlantas Polres untuk dilakukan pendalaman dan dibawa ke Mabes Polri diantaranya :

  1. KRI IPTU BAGUS,
  2. Baur Sim BRIPKA IKA,
  3. AIPTU YOYOK,
  4. AIPDA KUSWANTO,
  5. BRIGADIR DIDIK FERI,
  6. BRIPKA AGUSTINUS SONI,
  7. BRIPDA HALLA CINTIYA,
  8. BRIPDA ANA HANDAYANI,
  9. BRIPDA ZAHRINA,
  10. BRIGADIR ANDI FAHRUDIN,
  11. BRIGADIR PUJIANTO,
  12. BRIPKA ZAINUL AULA,
  13. BRIPKA CATUR EDI,
  14. PNS ANTO,
  15. PNS HERU,
  16. PNS SUNARKO,
  17. Pegawai Harian Lepas BUDI,
  18. Pegawai Harian Lepas TRI,
  19. Pegawai Harian Lepas DWI,
  20. Pegawai BRI TESYAR;

Frans Barung Mangera mengatakan, Polda Jatim dalam kasus ini hanya memberikan bantuan dalam giat pemeriksaan, hal ini dikarenakan kegiatan OTT tersebut dilakukan oleh Satgas Saber Pungli Mabes Polri.

“Semua menjadi wewenang Mabes Polri, tapi kita masih standby. Infonya para terduga pungli akan diperiksa di Propam Polda Jatim,” tutup Frans. (Iedy)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

one × two =