banner 728x90

Korban Gempa Dirikan Kelas Darurat. 671 Sekolah Rusak Akibat Gempa

Warga korban bencana di Limbungan gotong royong mendirikan Kelas Darurat, 27/8/2018

Lombok Barat – NTB
Mearindo, Sejumlah korban gempabumi lombok yang berada di Desa Limbungan Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, bergotong royong dibantu relawan kemanusiaan mendirikan Kelas Darurat di luar sekolah. Kelas Darurat itu dibuat dari rangkaian bambu dan menggunakan atap terpal.(27/8/2018).

Kelas darurat berukuran 10 meter persegi itu rencananya akan dibuat diberbagai tempat dimana akibat bencana gempabumi lombok telah mengakibatkan Kerusakan Sekolahan sebanyak 671 unit dengan rincian: 124 PAUD, 341 SD, 6 SLB, 95 SMP, 110 SMA/SMK.

“Untuk tetap menyelamatkan pendidikan anak anak kita yang tertimpa bencana gempa, pembuatan kelas darurat sederhana ini setidaknya bisa membantu proses belajar mengajarnya, mengingat bangunan sekolah yang rusak tidak bisa dipakai, dan yang retak rentan roboh”, kata Kholil salah satu relawan Kemunisaan yang mendirikan Posko Relawan dilokasi setempat.

Kholil menambahkan, “sampai saat ini kami masih sangat membutuhkan terpal, dan tentunya berbagai wilayah pengungsian juga demikian. Sebab para warga yang hendak mendirikan rumah teduh darurat untuk keluarganya pun saat ini yang aman menggunakan Terpal,” pungkas Kholil

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dampak gempa telah menyebabkan 555 orang meninggal. Korban meninggal tersebar di Kab. Lombok Utara 466 orang, Lombok Barat 40 orang, Lombok Timur 31 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 9 orang, Sumbawa Besar 5 orang, dan Sumbawa Barat 2 orang.

Sementara sampai tanggal 24 Agustus 2018, data yang berhasil dihimpun oleh BNPB menginformasikan terdapat 390.529 orang masih mengungsi akibat gempa Lombok. Pengungsi tersebar di Kabupaten Lombok Utara 134.235 orang, Lombok Barat 116.453 orang, Lombok Timur 104.060 orang, Lombok Tengah 13.887 orang, dan Kota Mataram 18.894 orang. Pengungsi masih memerlukan bantuan logistik.

Kerusakan Rumah
71.962 unit rumah rusak dengan rincian:
32.016 rusak berat,
3.173 rusak sedang,
36.773 rusak ringan.

Ditambah kerusakan akibat gempa susulan :
97 unit rusak berat
35 unit rusak ringan

Kerusakan Sekolahan
671 unit fasilitas pendidikan rusak dengan rincian:
124 PAUD
341 SD + 6 SLB
95 SMP,
55 SMA + 50 SMK

Kerusakan Sarana Kesehatan
52 unit dengan rincian1
1 Rumah Sakit
11 puskesmas
35 pustu
4 polindes,
1 Gedung farmasi)

Kerusakan Tempat Ibadah
128 unit fasilitas peribadatan dengan rincian :
115 masjid
10 pura,
3 pelinggih

20 unit perkantoran, 6 unit jembatan, dan jalan-jalan rusak dan ambles akibat gempa. Sampai saat ini pengungsi masih memerlukan bantuan mengingat belum semua distribusi bantuan lancer dan merata. Selain itu, diperkirakan mereka masih cukup lama akan berada di pengungsian sambil menunggu perbaikan rumah.

Sutopo Purwo Nugroho,
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB melalui media menyampaikan bahwa kerusakan dan kerugian yang diakibatkan gempa sangat besar. Tim dari Kedeputian Rehabiitasi dan Rekontruksi BNPB masih melakukan hitung cepat dampak gempa.

“Dengan menggunakan basis data per 13/8/2018, kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB mencapai 7,45 trilyun rupiah. Kerusakan dan kerugian ini meliputi sektor permukiman 6,02 trilyun rupiah, sektor infrastruktur 9,1 milyar rupiah, sektor ekonomi produktif 570,55 milyar rupiah, sektor sosial 779,82 milyar rupiah, dan  lintas sektor 72,7 milyar rupiah. Sektor permukiman adalah penyumbang terbesar dari kerusakan dan kerugian akibat bencana yaitu mencapai 81 persen”, urai Sutopo

Sutopo Purwo Nugroho menambahkan angka ini masih dapat terus bertambah seiring dengan bertambahnya data dampak kerusakan yang masuk ke Posko dan terjadinya gempa – gempa susulan hingga sampai saat ini. (27/8/2018)

“BNPB juga akan menghitung berapa besar kebutuhan yang diperlukan untuk pemulihan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Gempa susulan masih sering terjadi dengan intensitas kecil. Sampai dengan 24/8/2018 sore telah terjadi 1.089 kali gempa pascagempa kekuatan M7 pada 5/8/2018. Dari 1.089 kali gempa susulan tersebut gempa yang dirasakan ada 50 kali”. Sutopo (bnpb.go.id)

Kontributor : Palih S

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

4 × 2 =