banner 728x90

GEMPA LOMBOK. Karang Taruna Dan HP3KI Magetan Salurkan Bantuan Kebencanaan

HANS (HP3KI & Karang Taruna Magetan) saat Pengambilan Korban bencana alam Lombok Karang Taruna dan HP3KI Kabupaten Magetan oleh Relawan TIDAR-ER (25/8/2018)

Magetan – Jawa Timur
Mearindo, Bencana alam gempabumi di Lombok yang terjadi diakhir bulan Juli dan awal pekan Agustus 2018 telah mengakibatkan 555 orang meninggal dunia, dan lebih dari 390 ribu warga Lombok mengungsi hingga saat ini menggugah kepedulian rakyat Indonesia. Panggilan kemanusiaan terhadap korban bencana itu dirasakan Karang Taruna dan HP3KI Kabupaten Magetan dengan menyalurkan bantuan untuk para korban bencana. (25/08/2018).

Para aktifis kepemudaan Karang Taruna dan pegiat kewirausahaan yang terhimpun dalam Himpunan Pimpinan Pendidik Pelatihan Dan Kewirausahaan Indonesia (HP3KI Kabupaten Magetan) menyerahkan sejumlah bantuan korban bencana melalui Posko Bantuan Bencana yang ada di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan pada Sabtu, 25 Agustus 2018.

Penyaluran barang bantuan untuk korban bencana alam di Lombok yang berhasil dihimpun melalui kedua wadah kemasyarakatan ini diantaranya berupa Sembako, Pakaian baik untuk anak, bayi maupun dewasa serta sejumlah uang secara sukarela.

Menurut Handoko, anggota Karang Taruna dan HP3KI di Kabupaten Magetan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian bentuk keprihatinan mereka turut merasakan beban dan keadaan yang saat ini dihadapi saudara warga di Lombok ditengah tengah musibah begitu besarnya.

“Apa yang dirasakan warga kita di Lombok Nusa Tenggara Barat itu merupakan bagian dari nasib yang dialami bangsa ini. Tentu kami pun sangat bisa merasakan hal itu. Dan kita doakan semua saudara kita disana bisa selamat kembali aman serta pulih seperti semua”, kata Handoko yang beralamatkan Bendo, Magetan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dampak gempa telah menyebabkan 555 orang meninggal. Korban meninggal tersebar di Kab. Lombok Utara 466 orang, Lombok Barat 40 orang, Lombok Timur 31 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 9 orang, Sumbawa Besar 5 orang, dan Sumbawa Barat 2 orang.

Sementara samai tanggal 24 Agustus 2018, data yang berhasil dihimpun oleh BNPB menginformasikan terdapat 390.529 orang masih mengungsi akibat gempa Lombok. Pengungsi tersebar di Kabupaten Lombok Utara 134.235 orang, Lombok Barat 116.453 orang, Lombok Timur 104.060 orang, Lombok Tengah 13.887 orang, dan Kota Mataram 18.894 orang. Pengungsi masih memerlukan bantuan logistik.

Sutopo Purwo Nugroho,
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB melalui media menyampaikan bahwa “gempa susulan masih sering terjadi dengan intensitas kecil. Sampai dengan 24/8/2018 sore telah terjadi 1.089 kali gempa pascagempa kekuatan M7 pada 5/8/2018. Dari 1.089 kali gempa susulan tersebut gempa yang dirasakan ada 50 kali.”

Kontributor: Purnomo

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

12 − 2 =