banner 728x90

Data Terkini Gempa Lombok: 461 Meninggal, Kerugian Ekonomi 7,45 Trilyun Rupiah

Mearindo, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB menyampaikan bahwasanya angka jumlah korban, pengungsi, kerusakan, dan kerugian ekonomi terus bertambah hingga hari kesepuluh pascagempa 7 SR yang mengguncang Lombok dan sekitarnya pada 5/8/2018. Bertambahnya jumlah dampak disebabkan oleh laporan pendataan yang makin lancar. (20/8/18)

Hingga Rabu (15/8/2018) tercatat 460 orang meninggal dunia. Jumlah korban jiwa ini masih bisa bertambah mengingat Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Dompu Kecamatan Kayangan Lombok Utara yang diduga ada 4 orang tertimbun longsor

Gempa susulan dengan kekuatan 6,5 SR yang mengguncang Lombok pada 19/8/2018 pukul 11.06 WIB juga telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan.

Sedangkan vakuasi di Dusun Busur Timur Desa Rempek Kecamatan Gangga, Lombok Utara yang diduga masih ada satu orang tertimbun reruntuhan bangunan, dan beberapa laporan dari masyarakat.

461 orang meninggal dunia, yaitu dengan rincian :
Kab. Lombok Utara 396 orang,
Lombok Barat 39 orang
Lombok Timur 12 + 1 orang
Kota Mataram 9 orang
Lombok Tengah 2 orang
Dan Kota Denpasar 2 orang.

Jumlah korban  7.734 luka luka , dimana 960 orang luka berat dan rawat inap dan 6.774 orang luka ringan.

Sebanyak 417.529 orang mengungsi di ribuan titik pengungsian. Dari 417.529 orang mengungsi tersebut terdiri dari :
187.889 pengungsi laki-laki
229.640 perempuan.

Sebaran Pengungsi
Lombok Utara 178.122 orang

(80.155 laki-laki, 97.967 perempuan)

Lombok Timur 104.060 orang
(46.827 laki-laki, 57.233 perempuan)

Lombok Barat 116.453 orang

(52.404 laki-laki, 64.049 perempuan),

Kota Mataram 18.894 orang
(8.503 laki-laki – 10.391 perempuan)

Kerusakan Rumah
71.962 unit rumah rusak dengan rincian:
32.016 rusak berat,
3.173 rusak sedang,
36.773 rusak ringan.

Ditambah kerusakan akibat gempa susulan :
97 unit rusak berat
35 unit rusak ringan

Kerusakan Sekolahan
671 unit fasilitas pendidikan rusak dengan rincian:
124 PAUD
341 SD + 6 SLB
95 SMP,
55 SMA + 50 SMK

Kerusakan Sarana Kesehatan
52 unit dengan rincian1
1 Rumah Sakit
11 puskesmas
35 pustu
4 polindes,
1 Gedung farmasi)

Kerusakan Tempat Ibadah
128 unit fasilitas peribadatan dengan rincian :
115 masjid
10 pura,
3 pelinggih

20 unit perkantoran, 6 unit jembatan, dan jalan-jalan rusak dan ambles akibat gempa.

Pengungsi masih memerlukan bantuan mengingat belum semua distribusi bantuan lancer dan merata. Selain itu, diperkirakan mereka masih cukup lama akan berada di pengungsian sambil menunggu perbaikan rumah.

Kerusakan dan kerugian yang diakibatkan gempa sangat besar. Tim dari Kedeputian Rehabiitasi dan Rekontruksi BNPB masih melakukan hitung cepat dampak gempa. Dengan menggunakan basis data per 13/8/2018, kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB mencapai 7,45 trilyun rupiah. Kerusakan dan kerugian ini meliputi sektor permukiman 6,02 trilyun rupiah, sektor infrastruktur 9,1 milyar rupiah, sektor ekonomi produktif 570,55 milyar rupiah, sektor sosial 779,82 milyar rupiah, dan  lintas sektor 72,7 milyar rupiah. Sektor permukiman adalah penyumbang terbesar dari kerusakan dan kerugian akibat bencana yaitu mencapai 81 persen.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Angka ini masih akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya data dampak kerusakan yang masuk ke Posko.

“BNPB juga akan menghitung berapa besar kebutuhan yang diperlukan untuk pemulihan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana”, pungkas Sutopo.

(Editor : Gesang)

Pencarian terkait:

- total kerusakan dan jumlah gempa di lombok pada periode 1 2018
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

four × 3 =