banner 728x90

Dinilai Gagal, APMAM Tuntut Ganti Kepala BIN

Foto: Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia (APMAM), 25/06/2018

Jakarta – Mearindo.com, Puluhan masa pemudan dan mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan istana negara Jakarta pada Senin 25/06/2018.

Ratusan masa pendemo yang dikomando Afandi tersebut selain orasi masa juga membentangkan berbagai spanduk tuntutan. Salah satu spanduk pengkritisi Badan Intelejen Negara yang bertuliskan “#NOW! GANTI BG SEBAGAI KEPALA BIN”.

Aksi yang mendapatkan pengawalan ketat dari TNI dan Polri itu merupakan bagian salah satu aksi APMAM dalam mengkritisi indikasi lemahnya intelejen RI dan kegagalan BIN dalam mendeteksi indikasi konflik dan gejolak yang selama ini terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

“Puluhan Indikator terkait lemahnya intelejen Indonesia menjadi catatan, bahwa (Budi Gunawan dan BIN) harus di evaluasi. Apa lagi terkait bentrok TNI dan OPM baru-baru ini…” terang Afandi APMAM kepada redaksi Mearind.com

Sedangkan isi tuntutan kritikan puluhan aktifis pemudan dan mahasiswa disampaikan Afandi dalam rilis Surat APMAM No : 028/APMAM/JKRTA/Vl/2018 yang berisi sebagai berikut :

Kita Melihat dalam Dekade ini Negara Kita dalam Kondisi yang tidak AMAN, Kita Mengalami Goncangan teror Dan Keamanan Masyarakat Tidak Terjamin Oleh Negara, Sedangkan Negara Mempunyai Kewajiban Melindungi Segenap Warga Negara dari Ancaman Apapun, Kami Dari APMAM Melihat Dan Mengkaji Sesuai dengan Realitas Kejadian yang bertubi-tubi Sesuai Data yang Ada, ini Sabab Akibat Tidak Berfungsi Kinerja Intelijen Negara dalam Hal ini Badan Intelijen Negara (BIN) dalam Menjalankan Tugas dan Kinerja Selama Kepempimpinan Budi Gunawan (BG) Berserta Jajaran BIN, Kenapa….???
Karena dalam STRUKTUR BIN Tidak Sesuai dengan Kapasitas.

Badan Intelijen Negara sebagai lembaga yang seharusnya berperan untuk mendeteksi dan memberikan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap ancaman yang mungkin timbul dan mengancam kepentingan dan keamanan nasional. Sebagaimana termaktub dalam UU. No 17 Tahun 2011.

Hal ini menjadikan Masyarakat Indonesia dan Negara hidup serta berjalan dibawah Ancaman serta Teror, apa lagi memasuki Tahun Politik Pada Tgl 27. JUNI 2018 Dan 2019 Kita Menghadapi PILPRES dan Pesta Demokrasi dimana potensi benturan dan sabotase akan semakin tinggi.
Dan Lagi-Lagi Pembungkaman Aksi Kami Di Depan ISTANA adalah Hal yang di Lakukan Oleh OKnum yang di Duga Mereka Dan Itu Bagian dari Ketakutan. Dan Melanggar Norma Demokrasi.

Issue Sentral
#MEMINTA KEPADA BAPAK JOKOWI DODO PRESIDEN RI UNTUK MENGGANTIKAN BUDI GUNAWAN DAN MEROMBAK STRUKTUR BIN KARENA BIN MENGALAMI KEMUNDURAN DALAM KERJA DAN TUGAS BIN#T

UNTUNAN:

  1. Kembalikan orang-orang yang mempunyai Kredebilitas dan Integritas di Bidang Intelejen RI.
  2. Kembali Perkuat BIN dan Intelejen Indonesia demi Stabilitas Negara dan Rasa aman Bangsa Indonesia.
  3. Tolak ‘Coklatnisasi’pada Tubuh BIN
  4. Mari Kita Semua rakyat INDONESIA Berperan MENJAGA Keamanan dalam NKRI, Sebagai Bentuk Kecintaan Kita Terhadap NEGARA RI.
  5. Kami Meminta Kepada Bapak Tito Karnavian Selaku KAPOLRI Untuk Menyelidiki Dan Memproses Hukum Terkait Ada Sekolompok Orang Yang Membungkan Aksi APMAM di Depan ISTANA NEGARA. (Kontributor: Faul Lana)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

nineteen + 17 =