banner 728x90

Menewaskan Keluarga. Diduga Ini Pelaku Bom Rusunawa Wonocolo Sidoarjo

Sidoarjo-Mearindo
Setelah serangan aksi bom bunuh yang tejadi pada tiga gereja di Surabaya, Minggu pagi tanggal 13 Mei 2018, Masih dihari yang sama kali ini ledakkan kembali terjadi di Jawa Timur sekitar pukul 21. WIB.

Ledakkan terjadi di Rumah Susun Wonocolo lantai 5 Blok B yang berada di belakang Polsek Taman, Sepanjang, Sidparjo.

Ledakkan bom tersebut terjadi tepatnya di belakang Polsek Taman Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur mengakibatkan 3 bocah usia 10 tahun dan 11 tahun dan satu belum teridentifikasi mengalami luka serius. Identitas korban belum dapat diterima namun saat ini kedua korban remaja itu dilarikan ke RS Bhayangkara.

Sementara itu, melalui konfirmasi media, Kombes Frans Barung dalam telewancara juga mengatakan saat ini, 13/05/2018 pukul 22.25 Wib akibat ledakan tersebut sudah ada 3 korban dilarikan ke Rumah sakit sedangkan 3 korban lainya meninggal dunia masih dalam penyelidikan.

“Saat aparat datang kelokasi kejadian, masih ada bom yang belum meledak, sepertinya bom ada didalam ransel terletak disisi kanan dan kiri. Sehingga dimungkinkan ada satu sisi bom yang belum meledak”. Ujar Kabid Humas Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung juga memberikan informasi awal tengtang korban dan pelaku.

” Ada satu keluarga dengan kepala keluarga namanya ANTON beristri 1 yang mempunyai 4 anak. Yang dilarikan ke RS adalah 3 anaknya. Sedangkan meninggal dunia adalah 3 orang termasuk Anton yang masih memegang alat bukti bom terpaksa dilumpuhkan dan meninggal dunia” ujarnya. (14/05/2018. 00.36 WIB)

Hingga berita ini diterbitkan ratusan aparat petugas dari jajaran polres Sidoarjo dan TNI disiagakan guna pengamanan dan evakuasi korban yang belum dievakuasi serta memastikan keadaan untuk identifikasi.

Sebelumnya, pagi hari Tiga Gereja menjadi tempat sasaran ledakan diduga bom bunuh diri itu adalah Gereja Santa Maria di Ngagel, Gereja Katholik Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) yang berada di Jalan Arjono dan mengakibatkan 11 orang meninggal dunia serta 41 luka-luka baik luka berat maupun ringan.

*Pelaku Bom Surabaya satu Keluarga*

Sang ayah bernama DIKA SUPRIYANTO mengemudikan mobil Toyota Avanza, menurunkan istrinya PUJI KUSWANTI dan dua putri yakni FADILA SARI (umur 12 tahun) dan PAMELA RIZKITA (umur 9 tahun) di Gereja Katholik Indonesia (GKI) Wonokromo Jalan Diponegoro.

Kemudian sang ibu meledakkan bom yang digendongnya, dan beserta dua putri serta orang-orang yang tak dikenalnya.

Hampir bersamaan, dua anak laki-laki mereka — YUSUF FADIL (umur 18 tahun) dan FIRMAN HALIM (umur 16 tahun) berboncengan menggunakan sepeda motor, memangku bom, bergegas membelok di tikungan perempatan jalan dan meledakkan diri di halaman Gereja Santa Maria Tak Bercela sebagaimana terekam pada CCTV.

DIKA sendiri membawa mobil Toyota Avanza berisikan bom meledakan dirinya di gereja Pantekosta di Jalan Arjuna. (P. Lih)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

9 + twenty =