banner 728x90

Trotoar Timur Kantor BPJS Amblek, Kabid Bina Marga PUPR Magetan Katakan itu Kalinya DAS

Hanya pakai bambu sebagai tanda peringatan padahal di sekitar trotoar yang amblek tersebut banyak anak dan pejalan kaki, Rabu (24/10/2017)

Magetan – Bencana banjir bisa saja mengancam di berbagai wilayah Magetan, sebab ada Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di Magetan dalam kondisi kritis. Jika tidak segera ditanggulangi, potensi terjadi bencana terutama banjir semangkin besar.

Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Ormas Indonesia Bersatu, Syifaul Anam saat dia habis mengurus Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melihat trotoar timur kantor BPJS amblek yang hanya diberi tanda dua batang bambu sebelah barat dan sebelah timur yang amblek, Rabu (25/10/2017) kemarin sore.

Menurut dia, kondisi ini diketahuinya saat ingin mengurus BPJS salah seorang warga desa Ngunut yang hingga kini belum keluar kartu BPJS nya. Pas melihat ke sebelah timur saat keluar dari Kantor BPJS trotoarnya amblek ke bawah menutupi aliran air kali tersebut, kalau terjadi hujan kemungkinan bisa menghabat lajunya air, sehingga menurut prekdisi saya akan terjadi banjir di sepanjang jalan A. Yani.

“Kami akan mengamati manajemen dengan cermat pengolaan DAS yang ada saat ini. Karena hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut bisa membuat jantung kota Magetan menjadi banjir yang pertama apa bila hujan turun nanti”, ujar Anam.

Dalam kesempatan yang sama, LE. Swastika dan pemerhati Lingkungan, Rudi Setiawan mengemukakan, Magetan diambang kerusakan lingkungan, sebab pembangunan yang dijalankan pemerintah Kabupaten Magetan selama ini lebih mengutamakan sector ekonomi melalui pembangunan material. Pemerintah Magetan harus mengubah cara pembangunan, yakni dengan tiga jalur antara lain Ekonomi, social dan Lingkungan.

“Pembangunan melalui tiga jalur tersebut dengan focus utama restorasi DAS melalui one river, one plan and one management. Jika itu dilaksanakan, Magetan akan terselamatkan dari kekurangan air di tahun 2035 mendatang”, ucap Rudi Gosong panggilan akrab Rudi Setiawan.

Lebih lanjur Rugos mengatakan kondisi DAS yang berada di Magetan menurut saya sudah mengarah rusak berat karena dari yang besar menjadi kecil. Hal tersebut terlihat saat musim penghujan meskipun curah hujannya kecil bisa mengakibatkan banjir, sementara saat musim kemarau Magetan di beberapa daerah yang ada diwilayah Magetan mengalami kekurangan air.

“Pemerintah Kabupaten Magetan segera melakukan restorasi DAS dan Mengubah regulasi pengolahannya”, imbuhnya.

Lanjut dia, selama ini regulasi pengolahan DAS cenderung besifat sektoral. Pemkab Magetan melalui Dinas Lingkung Hidup serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang seharusnya bersama-sama mengambil prakarsa membuat master plan DAS.

“Tahun 2015 Magetan mengalami kekeringan dan banjir saat musim hujan. Bagaimana ditahun 2035 atau di tahun 2045 saat 100 tahun Indonesia merdeka, “tandasnya.

Pemerintah Kabupaten Magetan harus segera melakukan evaluasi kesehatan DAS dengan memberikan perlindungan dan pemanfaatan DAS sesuai kemampuannya. Jika hal tersebut tidak segera dilakukan, maka Magetan akan mengalami kerusakan lingkungan yang menyebabkan air berkurang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Magetan Ir. Hergunadi melalui Kepala Bagian Bina Marga Ir. Muchtar saat di hubungi media ini mengaku, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari beberapa masyarakat hal ambleknya trotoar yang berada di Timurnya kantor BPJS, berhubung kali tersebut merupakan DAS kami tidak bisa berbuat maksimal.

Kemudian awak media ini melanjutkan pertanyaan, loh sepanjang pembangunan proyek Twin Road itu kan juga merupakan DAS kenapa pemerintah Kabupaten Magetan bisa melakukan pembangunan ? Dijawab oleh Muchtar itu semua diadakan koordinasi terlebih dahulu untuk melakukan pembangunannya”, pungkas Muchtar. (LAK)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

eleven − 7 =


Fatal error: Uncaught JSMin_UnterminatedCommentException: JSMin: Unterminated comment at byte 1263: /** jQuery(window).load(function(e) { jQuery("#bn1").breakingNews({ effect :"slide-h", autoplay :true, timer :5000, // color :"red" }); jQuery("#bn4").breakingNews({ effect :"slide-v", autoplay :true, timer :3000, // color :'green', border :true }); jQuery("#bn2").breakingNews({ effect :"slide-h", autoplay :true, timer :3000, // color :"yellow" }); jQuery("#bn3").breakingNews({ effect :"slide-v", autoplay :true, timer :3000, // color :"turquoise", border :true }); jQuery("#bn5").breakingNews({ effect :"slide-v", // color :'orange' }); jQuery("#bn6").breakingNews({ effect :"slide-h", autoplay :true, timer :3000, // color :'purple' }); jQuery("#bn7").breakingNews({ effect :"slide-v", autoplay :true, timer :3000, // color :'darkred' }); jQuery("# in /home/u4601792/public_html/wp-content/plugins/autoptimize/classes/external/php/minify-2.3.1-jsmin.php on line 424