banner 728x90

PG Rejosasi Bantah Kata Kades Ngunut Yang Mengklaim Pembangunan Ruko BUMDes Dilahan PG Rejosari Sudah Berijin

Mearindo – Jawa Timur

Manager Administrasi dan Keuangan Pabrik Gula (PG) Rejosari, Eddy Susanto, SE menjelaskan kepada awak media Mearindo.com, “PG tidak pernah memberi ijin pembangunan Ruko BUMDes di Desa Ngunut Kecamatan Kawedanan, Magetan, Jawa Timur”.(4/9/2017)

Magetan – Program Dana Desa perlu terus dikawal oleh masyarakat,baik perencanaan hingga azas manfaat pelaksanaannya, dalam hal ini menampung dan serap aspirasi masyarakat sangatlah penting. Salah satu contoh yang terjadi di Desa Ngunut Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan, Kepala Desa tanpa bermusyawarah melibatkan masyarakat luas ke bawah tentang status tanah dan dampak serta bentuk kerja samanya, tiba-tiba membangun Stand Ruko BUMDes dengan volume 4 x 18 M2 di Tanah Milik Badan Usaha Milik Negara atau Pabrik Gula (PG) Rejosari dengan mengucurkan dana desa sebesar Rp. 50.444.000,-

Warga sekitar lokasi pembanguan Stand Ruko BUMDes yang tak mau disebut namanya, mengatakan pada Mearindo.com terus terang kami sangat keberatan kalau uang dana desa untuk pembanguan stand ruko BUMDes karena lokasi tersebut milik Pabrik Gula Rejosari soalnya kalau lahan tersebut digunakan pihak pabrik banguan tersebut sama juga mubazir alias sia-sia.

Totok Kepala Desa Ngunut, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan saat di temui Media Mearindo.com mengatakan, tanah PG ini tidak asal kita pakek, kita bekerja sama dan berkontribusi ke PG dengan kata lain Sewa, jadi tiap tahun kita bayar sewanya.

“Kita ijin Hak Pakai, dengan surat yang isinya bisa dimanfaatkan oleh desa setempat, dengan Konsekwensi kami kepala desa harus menyediakan lahan untuk PG yang natinya bisa di tanami Tebu,”kata Totok. kepada Mearindo.com, Minggu (3/9/2017)

Lanjutnya, PG itu kan cari lahan di desa Ngunut, dan saya selaku kepala Desa meminta untuk jalur trand kereta tebu yang tidak terpakai itu kami manfaatkan atau di manfaatkan desa, sebelumnya proyek pembangunan stand ruko BUMDes tersebut yang saya tembusi pertama kali adalah Mandor Tanaman, kemudian ke keamanan PG Rejosari Pak Slamet, selanjutnya Kepala Aset yaitu Pak Alexander, setelah di ijinkan baru kita gunakan/bangun lahan tersebut.

“Memang saat sekarang Stand Ruko BUMDes ini belum digunakan, kalau sudah di gunakan baru kita memberi konstribusi ke PG, karena lahan tersebut bukan Aset Desa, tapi merupakan bantuan modal usaha BUMDes Desa Ngurut – Kawedanan kepada PG,”terang Totok.

Totok juga menerangkan kalau Desa Tulung Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan juga banyak yang mendirikan bangunan seperti kami tapi asal memakai, itu baru kemudian ada dari petugas PG yang meminta sewa per tahun.

“Desa Ngunut dalam hal ini bukan hanya Stand Ruko BUMDes saja, Pembangunan Polindes juga memakai tanah PG, kita juga sudah mengadakan pemberitahuan atau Ijin ke PG, jadi Stand Ruko BUMDes dan Polindes semua lahannya mengunakan tanah milik PG,”jelas Totok.

Intinya sebelum mengadakan pembangunan kami megajukan dalam bentuk proposal kerja sama ke PG, sedangkan pembanguan kios-kios yang berada di lahan PG kami memberikan kontribusi.

Untuk meluruskan permasalahan kesimpang siuran yang berada di Desa Ngunut- Kawedanan, akhirnya awak media Mearindo.com melakukan klarifikasi ke PG Rejosari, di temui Manager Administrasi dan Keuangan Eddy Susanto, SE mengatakan, dengan kejadian ini kami memang sebelumnya sudah di datangi LSM yang menanyakan tentang pembanguana Stand Ruko BUMDes yang berada di Lahan PG.

“Secara kedinasan dalam pembanguan Stand Ruko BUMDes Desa Ngunut hingga samapai detik ini kami sama sekali tidak menerima sepotong surat pun dari kepala desa, artinya kami tidak mengijinkan pembanguan tersebut karena sudah menyalahi aturan di PG,”ujar Eddy

Lanjutnya, ada lahan PG yang dipergunakan oleh masyarakat untuk usaha seperti didepan kantor PG, jalan menuju masuk timbangan Tebu dan di desa Tulung itu semua kita ijinkan karena secara perseorangan dan membangunnya justru dari kita menggunakan dana CSR nya PG hal tersebut malah di perbolehkan, tapi kalau membangun dengan dana desa terusterang kami tidak pernah mengijinkan.

“Dengan kejadian tersebut diatas setelah kami mendengan kan rekaman wawancara kepala Desa dengan media Mearindo.com akan kami record dan langsung kami laporkan kekantor pusat PTP XI dan kami akan segera melakukan investigasi kelapangan sebelum terlanjur karena saat musim giling ini saja kami sudah kewalahan apa lagi ditambah dengan permasalahan yang seharus tak mungkin terjadi, dan sebenarnya kami didampingi bagian hukum berhubung di PG yang ada bagian hukum hanya di PG besar terpaksa semua kami laporkan ke pusat,”terang Eddy.

Ditempat yang berbeda Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Magetan Drs. Iswahyudi Yulianto MM mengatakan, sebenarnya maksud Kepala Desa Ngunut itu bagus untuk memberdayakan BUMDes Desa Ngunut, tapi dalam pelasanaan ada kesalahan membangun menggunakan di lahan milik PG hal ini yang masalah.

“Apabila disuatu hari nanti terjadi pemanfaatan lahan PG tersebut mau dipakai PG artinya kepala desa harus mengembalikan uang pembanguan Stand Ruko BUMDes tersebut karena sudah mengakibatkan kerugian uang Negara itu kalau kepala desa tidak mau kena masalah kepada Mearindo.com,”jelas Yuli, Senin (4/9/2017).

Lain hal dengan pendapat Ormas Orang Indonesia Bersatu Syifaul Anam mengatakan, Perlu sosialisasi yang transparan, bukan hanya atas nama musyawarah desa sebatas arah alokasi anggaran dana desa saja, namun juga harus diumumkan pada warga tentang status legalitas tanah yang menjadi tempat bangunan itu nantinya bermasalah atau tidak. Sehingga kebijakan desa setempat nantinya tidak berdampak pada kerugian baik materi maupun ranah hukum.

“Seharusnya sebelumnya disosilaisasikan baik rencana penggunaan dana desa, maupun secara detail bentuk legalitas keabsahan bunyi kerja sama antara Desa dengan pihak PG rejosari. Dan masyarakat harus tau sistem kerja sama untung ruginya dan dampaknya bila suatu saat PG Rejosari minta bangunan dirobohkan. ”ujar Anam.

Kondisi ini, lanjut Anam, terjadi akibat masih kuatnya pola lama yang mengabaikan peran masyarakat dalam perumusan pembanguan Desa.”Transparansi Desa dari tatanan lama yang bertumpu pada Kades dan elit Desa lainnya menuju tatanan baru desa yang partisipasif, transparan, dan akuntable, membutuhkan waktu dan proses perubahan tersebut mendapatkan pendampingan, tentunya juga model kepemimpinan lurah setempat,”Pungkas Anam.

Salah satu warga yang enggan disebut namanya menyesalkan bangunan ruko BUMDes dengan uang Desa dan permanen itu, menurutnya harusnya jika terpaksa membangun untuk usaha maka bisa dibuat semi permanen. Dan bila suatu saat ada masalah dengan pabrik atau digunakan pabrik sendiri maka bangunan bisa dibongkar pasang.

“Mas iku kalau terpaksa bangun disitu kudune gak permanen bangunane jane gae kontruksi baja apa galvalum/ baja ringan kan iso dibongkar pasang pindah.” (Mas kalau terpaksa membangun dilahan itu harusnya tidak permanen bangunanya. Bisa menggunakan kontruksi baja ringan galvalum untuk bisa dibongkar dan dipindah) , sarannya(G.Lih)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

twenty + sixteen =


Fatal error: Uncaught JSMin_UnterminatedCommentException: JSMin: Unterminated comment at byte 1263: /** jQuery(window).load(function(e) { jQuery("#bn1").breakingNews({ effect :"slide-h", autoplay :true, timer :5000, // color :"red" }); jQuery("#bn4").breakingNews({ effect :"slide-v", autoplay :true, timer :3000, // color :'green', border :true }); jQuery("#bn2").breakingNews({ effect :"slide-h", autoplay :true, timer :3000, // color :"yellow" }); jQuery("#bn3").breakingNews({ effect :"slide-v", autoplay :true, timer :3000, // color :"turquoise", border :true }); jQuery("#bn5").breakingNews({ effect :"slide-v", // color :'orange' }); jQuery("#bn6").breakingNews({ effect :"slide-h", autoplay :true, timer :3000, // color :'purple' }); jQuery("#bn7").breakingNews({ effect :"slide-v", autoplay :true, timer :3000, // color :'darkred' }); jQuery("# in /home/u4601792/public_html/wp-content/plugins/autoptimize/classes/external/php/minify-2.3.1-jsmin.php on line 424