banner 728x90

Pengurus Ormas CITOS Dari Seluruh Indonesia Hadiri Ziarah Kebangsaan Di Makam Mantan Presiden RI Moh. Soeharto

Karanganyar – Mearindo
Giyanto Hadi Prayitno, Ketua Umum Ormas Citos Indonesia saat tabur bunga di pusara makam mantan Presiden RI Ke-II Moh. Soeharto. (Sabtu,19/08/2017)

Ratusan pengurus dan kader ormas Cinta Soeharto yang disingkat CITOS Indonesia dari seluruh Propinsi dan Kota/ Kabupaten di Indonesia hadiri acara Ziarah Kebangsaan di Makam Presiden RI ke II Mohammad Soeharto diastana Giri Bangun Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu 19 Agustus 2017.

Ziarah Kebangsaan di makam Bapak Pembangunan Nasional Jendral Besar Mohammad Soeharto tersebut diisi dengan doa bersama dari lintas agama dan diakhiri dengan tabur bunga oleh Dewan Pengurus Pusat Citos Indonesia.

Galuh, (Perempuan 35 tahun) Kader DPD Citos Propinsi Jawa Barat kepada mearindo mengatakan keikutsertaanya dalam ormas CITOS Indonesia adalah sebagai bentuk kepedulian untuk turut meneruskan cita-cita perjuangan pahlawan terutama Mantan Presiden Soeharto yang secara kongkrit membangung Indonesia dan membumikan hasanah kegotong royongan rakyat Indonesia.

“Saya prihatin nilai luhur gotong royong dan menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika yang dulu di era Pak Soeharto tumbuh subur, tapu saat ini nilai luhur itu terasa terkikis,” Kaluh Galuh

Acara yang digelar rutin tiap setahun sekali dengan melibatkan kepengurusan baik tingkat pusat, propinsi maupun kota/kabupaten itu biasa memilih waktu. setiap bulan Agustus yang berdekatan dengan hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

” Ziarah kebangsaan oleh seluruh jajaran pengurus CITOS dari tingkat Pusat sampai Daerah yang dilakukan secara bersama ini merupakan giat rutin kami, karena Bapak Soeharto bagi kami tetap pahlawan nasional yang menjadi garda depan dalam menyiarkan kerukunan ummat bangsa dengan gerakan gotong royong dan menanamkan nilai pancasila secara masif pada rakyat Indonesia.” Kata Giyanto Hadi Prayitno

Acara pertemuan akbar itu kemudian dilanjutkan Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Citos Indonesia. Giyanto Hadi Prayitno dihadapan pengurus seluruh Indonesia menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi kebangsaan Indonesia saat ini. Pasalnya program Nasional yang pernah dilahirkan mantan Presiden Soeharto yakni pembangunan simbol Pancasila secara menyeluruh dipelosok Desa/Kelurahan pada tahun 1973 kini tidak ditindak lanjuti dan dilestarikan oleh generasi penerus bangsa Indonesia sekarang.

Rakornas Citos mengambil sikap melalui pemerintah pusat mereka akan memperjuangkan revitalisasi pembangunan atau pengadaan simbol Pancasila agar kembali bisa diprogramkan untuk didirikan ditiap pintu gerbang masuk Desa/ Kelurahan di seluruh Indonesia. (Slam)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan