banner 728x90

Kejaksaan Dan Kepolisian, Selidiki Saja Proyek Dengan Penawaran Lelang Hingga Sampai 30 Persen Atau Lebih

Proyek Peningkatan Jalan Genengan – Takeran Lanjutan dengan Nilai Kontrak Rp. 5.454.000.000,- kurang lebih turun sebesar 30% dari Pagu, Minggu (6/8/2017)

Magetan – Kurang Lebih 120 proyek yang sudah dilelangkan lewat LPSE oleh Kabupaten Magetan itu belum termasuk pekerjaan yang dikerjakan secara Penunjukan Langsung (yang terkenal dengan nama PL), Pemilihan Langsung maupun Swakelola.

Salah satu contoh pekerjaan Peningkatan Jalan Genengan – Takeran pada Tahun Anggaran (TA) 2016 pemenang lelang CV. Putra Rahayu dengan Alamat Desa Teladan Rt. 19 / Rw 03 Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan dengan Nilai Kontrak Rp. 1.568.747.000,- atas hasil pekerjaan sangat mengecewakan hingga kini masyarakat sekitar sangat mengeluhkan terutama pekerjaan trotoar pavingnya tidak menggunakan pasir urug yang mengakibatkan paving ambles dan banyak ditumbuhi rumput, menurut Kepala Bidang Bina Marga semua sudah dilaporkan ke BPK dan diadakan denda.

Dan kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan pada TA 2017 telah menganggarkan sebesar Nilai Pagu Paket Rp. 8,1 Miliyar dan Nilai HPS Paket sebesar Rp. 7.982.696.000,- dilelangkan dengan jumlah peserta lelang 113 peserta dimenangkan oleh PT. Raja Muda Indonesia dengan Alamat Jalan Salak No. 8 Magetan, dengan Nilai penawaran Rp. 5.454.000.000,- kurang lebih turun sebesar 30% dari Pagu.

Menurut pegiat anti korupsi Ormas Orang Indonesia Bersatu, Syifaul Anam, S. PdI mengatakan, untuk anggaran TA 2016 pekerjan Peninggkatan Jalan Genengan – Takeran yang di menangkan CV. Putra Rahayu dengan penawaran Rp. 1.568.747.000,- saat itu pekerjaan sangat kurang memuaskan bahkan hingga kini pekerjaan yang rusak juga belum dilakukan untuk pembenahannya bahkan sudah melewati masa pemeliharaan untuk itu kami sebagai control social masyarakat berharap kontraktor terkait harus dikasih peringatan keras.

“Jujur dengan kejadian Pekerjaan Peningkatan Jalan Genengan – Takeran pada TA 2016 yang dikerjakan CV. Putra Rahayu kami selaku Ormas sangat malu dengan cara yang dilakukan pihak Pejabat Pembuat Momitmen (PPK). Tentu ketika proyek diajukan itu secara keseluruhan sudah dihitung baik kualitas maupun kuantitas materialnya, Kalau penawaran merosot seperti itu lantas bagaimana dengan mutu proyeknya?. Belum lagi adanya isu suap potongan tiap proyek yang perlu diberangus. ” Tegas Anam

” Tolong pihak Inspektorat dan BPK/BPKP melakukan pemeriksaan yang selektip biar ketahuan kerugian uang Negara dan segera mengembalikan semua denda ke Kas Negara dan kalau bisa terhadap semua Pelaksana yang nakal kemudian disiarkan secara terbuka biar ketahuan pada anggaran tersebut jumlahnya sekian rupiah dengan jumlah sekian kontraktor. ” Tambah aktifis yang berambut gondrong itu kepada Mearindo.com, Minggu (6/8/2017).

Anam juga menambahkan, seharusnya aparat hukum baik kejaksaan maupun kepolisian kalau memang serius mengemban amanat pemberantasa korupsi juga memprioritaskan pengawasan pada setiap program pemerintah yang dananya jelas bersumber dari uang negara.

“Kalau Kejaksaan dan Kepolisian serius dan punya kemampuan pemberantasan korupsi tentu banyak celah dugaan pidana pada proyek uang negara dengan penawaran semauanya, sebab tentu mempengaruhi kualitas proyeknya.” Kritik Anam

Ditempat lain,  Ketua harian 2 Ormas Laskar Merah Putih Magetan, Rudi Setiawan mengatakan, untuk proyek Peningkatan Jalan Genengan – Takeran Lanjutan ini kepada pihak pengguna anggaran (PA) dan konsultan Pengawas harus mengadakan pengawasan ekstra ketat karena pekerjaan tersebut oleh PT. Raja Muda Indonesia ditawar kurang lebih penurunannya sebesar 30 persen.

“Kami akan selalu mengingatkan kepada PA, Konsultan Pengawas dan kontraktor pelaksana dilapangan apa bila terjadi penyimpangan tidak sesuai dengan bestek yang ada, dan tolong gambar harus stanbay di dereksi kit agar kami selaku control social bisa saling mengingatkan satu dengan yang lainnya karena keberhasilan suatu pembangunan harus saling transparan,” tegas Rugos panggilan akrab Rudi Setiawan kepada Mearindo.com, Minggu (6/8/2017).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ir. Hergunadi melalui kepala  Bidang Bina Marga Ir. Muchtar saat di temui Mearindo.com mengatakan, untuk TA 2017 kami akan lebih ketat untuk mengawasi semua pekerjaan di lingkungan PUPR khususnya yang kami bidangi yakni Bina Marga, hinga kini setiap hari Senin pagi semua pekerjaan yang dilelangkan maupun yang di PL kan semua laporan pada masuk semua, seperti ini sambil menunjukkan Handphonya ada yang sudah mencapai 25 persen ada pulang yang mencapai 35 persen.

“Kami akan melakukan yang terbaik buat Kabupaten Magetan, apa bila ada kontraktor yang asala-asal mengerjakan justru kami akan menujukkan kesalahan terhadap Inspektorat dan BPK/BPKP biar diambil sempelnya untuk dilakukan perhitungan kerugian uang Negara, sudah terbukti pada TA 2016 bagi perusahan yang nakal dia pasti tidak terpakai lagi. ” Pungkas Kepala Bidang Bina Marga yang juga sebagai Ustad ini. (G.Lih)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan