banner 728x90

Markas Bersatu Magetan Salurkan Bantuan Korban Longsor Ponorogo, Dan Sesalkan Adanya Wisata bencana

Mearindo.com–Jatim-Ponorogo.
Bencana alam tanah longsor yang terjadi di 4 RT di 2 Dusun wilayah Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu, 01 April 2017 pukul 07.45 Wib lalu menggugah seluruh masyarakat Indonesia yang peduli terhadap korban bencana. Demikian pula komunitas Markas Bersatu yang berada di Jl.Raya Maospati-Magetan, Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini juga turun langsung baik mendistribusikan bantuan maupun menerjunkan relawan untuk membantu pencarian korban hilang.(05/04/2017)
Markas Bersatu yang mendirikan Posko Peduli Korban Bencana Tanah Longsor ini dimulai sejak tanggal terjadinya bencana melalui lembaga BAMPRAM (Barisan Masyarakat Peduli Rakyat Miskin)  seperti Ormas Orang Indonesia Bersatu, Laskar Merah Putih Kab. Magetan, Laskar Macan Lawu Magetan.
Posko Kemanusiaan yang dikordinatori Syifaul Anam ini kepada media mengatakan bahwa penyaluran bantuan kemanusiaan untuk korban Bencana Tanah Longsor Pulung, Ponorogo kali ini merupakan tahap ke-2 dan sebelumnya sudah disalurkan melalui Posko Siaga Bencana Dinas Sosial Kabupaten Ponorgo yang berada di lokasi bencana.
“Markas Bersatu selain menyalurkan bantuan logistik juga menerjunkan personil relawan yang turut bergabung bersama relawan untuk mencari koran hilang yang tertimbun. Dan relawan untuk beberapa hari dilakukan pergantian.” Terang Anam

Sementara itu Lilik Abdi Kusuma, Ketua Laskar Merah Putih menghimbau kepada mayarakat yang hendak memberikan bantuan kemanusiaan agar kordinasi dahulu, hal ini menurutnya dikarenakan banyaknya bantuan masyarakat yang tidak sesuai dengan kebutuhan warga terdampak bencana longsor, seperti menggunungnya bantuan Pakaian Layak Pakai (PALAPA).

“Kami berharap moment bantuan bencana bukan dijadikan moment untuk membersihkan pakaiaan didalam almari yang tidak layak pakai dan disumbangkan di posko posko kemanusiaan.” Harap Lilik
Bencana tanah longsor yang menerjang kawasan dua Dusun di Desa Banaran, Kecamatan Kecamatan Pulung, tersebut mengakibatkan sedikitnya lebih dari 29 rumah dan 28 korban hilang tertimbun material. Hingga lima hari pasca bencana korban yang baru ditemukan berjumlah 3 (tiga) orang sehingga masih terdapay 25 korban lagi yang belum dapat dievakuasi dari timbunan material longsor.
Ditempat yang sama, Iin dari Komunitas Laskar Macan Lawu Magetan disela membantu warga pengungsi sangat menyesalkan adanya rombongan ataupun banyaknya pengunjung yang datang kelokasi bencana hanya untuk keperluan melihat dan poto selfi, Hal ini menurutnya sangat ironis sekali ketika banyak warga merasa berduka dan ribuan relawan turun bekerja mencari korban disisi lain banyak sekali wisatawan yang datang tanpa membawa bantuan kemanusiaan dan membantu warga melainkan hanya foto selfi.
“Salah satu yang menghambat pendistribusian bantuan ini adanya ribuan pengunjung yang datang hanya sekedar melihat dan selfi saja. Hal ini yang mengakibatkan jalur evakuasi macet.” Sesal Iin(Lih)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan