banner 728x90

Penyaluran Raskin Molor, Data Kemiskinan Di Magetan Bertambah 3.753 RTS

Magetan – Mearindo.com, molornya pendistribusian beras miskin atau raskin dari bulog sangat dikeluhkan masyarakat kurang mampu sebagaimana yang dirasakan masyarakat Magetan. Pasalnya jatah raskin yang biasa diterima maskin molor hampir lebih tiga bulan.(29/03/2017)
Suwarti (perempuan 45 tahun) warga Desa Blimbing, Rt.07 Rw.02, Kec.Barat, Kab.Magetan, Jawa
Timur ini mengaku sangat kesusahan akibat jatah raskin yang sangat diharap
untuk memenuhi hidup sekeluarga tidak kunjung diterima juga hingga
berbulan-bulan, sedangkan ia tidak memiliki penghasilan dan merawat bayi adopsi
yang sedang menderita kelumpuhan tulang belakang. “Sudah lebih tiga bulan keluarga saya sangat mengharap bantuan raskin tapi tidak ada pembagian, jadi kami makan seadanya” keluh Suwarti
Sementara itu Kepala Sub divre Ponorogo, Ir. H. Rudi Prasetyo kepada mearindo mengatakan mundurnya penyaluran Raskin yang sekarang ini berubah nama menjadi Beras Rakyat Sejahtera atau disingkat RASTRA dikarenakan menunggu Surat Perintah Alokasi (SPA), sedangkan kemunduran SPA sendiri dikatakan karena adanya perubahan baik nama dan alamat Rumah Tangga Sasaran (RTS) ditahun 2017.
“Untuk molornya penyaluran Rastra 2017 ini terjadi hampir menyeluruh, hal ini dikarenakan menunggu data valid RTS 2017 yang mengalami perbedaan ditahun 2016, dan juga penyesuaian terhadap progran Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT yang diluncurkan februari 2017 lalu.” Terang Rudi
Rudi mengatakan pihaknya akan segera melakukan droping pendistribusian rastra untuk wilayah Kabupaten Magetan paling lambat Pekan pertama bulan April 2017.
Menurut Rudi untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kabupaten Magetan mengalami perubahan jumlah, dari 42.263 penerima ditahun 2016 menjadi 46.016 penerima ditahun 2017, sehingga bertambah 3.753 penerima. Sedangkan jumlah beras yang didistribusikan berubah dari 633.945 Kilo Gram pada tahun 2016 menjadi 690.240 Kilo Gram untuk mulai tahun 2017 per distribusi. 
Rudi juga menambahkan, untuk setok di Gudang Bulog Gulun Maospati dipastikan memenuhi target persediaan, hal ini juga hasil Serapan Gabah dari petani Magetan dapat menunjang kebutuhan bulog. Untuk kualitas gabah dan beras yang diserap dari petani didasarkan pada aturan Inpres nomor 5 Tahun 2015.
Sementara itu tertuang didalam Intruksi Presiden (INPRES) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras Dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah menyebutkan kebijakan pembelian gabah dalam negeri dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah membagi sesuai kadar kandungan gabah/ beras.
Adapun ketentuan pembelian gabah beras kering panen dalam negeri sebgai berikut: Untuk Harga pembelian Gabah Kering Panen dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 25% dan kadar ham/kotoran maksimum 10% adalah Rp 3.700 per kilogram di petani, atau Rp 3.750 per kilogram di penggilingan;
Sedangkan untuk harga pembelian Gabah Kering Panen dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14% dan kadar ham/kotoran maksimum 3% adalah Rp 4.600 per kilogram di penggilingan, atau Rp 4.650 per kilogram di gudang Perum BULOG; dan
Kemudian harga pembelian Beras dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14%, butir patah maksimum 20%, kadar menir maksimun 2%, dan derajat sosoh minimum 95% adalah Rp 7.300 per kilogram di gudang Perum BULOG. (SA)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan