banner 728x90

PDAM Magetan Tunggu Hasil Audit BPKP

Ilustrasi Sumber air dari pegunungan
yang jernih
Magetan
Mearindo.com – Aneh, mungkin itulah yang bisa menggambarkan kondisi Wilayah
gunung Lawu yang selama ini menjadi sumber mata air bagi lima Kabupaten dari
dua provinsi, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meski saat ini curah hujan
cukup tinggi, namun kondisi terbalik justru dialami wilayah provinsi Jawa Timur
yang letaknya di ujung Barat ini. 
Selama
ini sejumlah mata air dari lereng gunung Lawu menjadi sandaran kehidupan bagi
lima kabupaten yaitu, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, di Jawa Tengah dan
Kabupaten Ngawi dan Magetan di Jawa Timur, namun saat ini sumber mata air yang
ada di kawasan hutan di kawasan gunung Lawu mulai mengalami penyusutan.
Pasalnya
selama beberapa waktu terakhir ini hutan di gunung Lawu mengalami kerusakan
yang cukup parah. Gunung Lawu yang memiliki ketinggian 3.265 meter di atas
permukaan laut (mdpl) ini, mengalami kerusakan mulai dari hutan Lawu di bagian tengah
sampai ke puncaknya dari bagian tengah kawasan hutan banyak rusak bahkan gundul
hutannya.
Direktur
Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Magetan Welly Krestanto melalui Humas
PDAM Magetan Suji mengatakan, bahkan harus berusaha keras mencari sumber mata
air baru untuk menambah pasokan air dari sumber yang sudah ada. Sebelumnya PDAM
yang sudah memiliki sumber air yang tersebar di sumber mata air di Gunung Lawu
namun saat ini kondisinya mulai berkurang.
“Sumber
mata air hampir tidak ada lagi yang bisa dimanfaatkan di Magetan ini. PDAM
memiliki sumber mata air Gunung Lawu, Sumber Dodol,  dan Sumber Jabung namun debitnya sudah banyak
berkurang,” jelas Suji saat dihubungi Mearindo.com via SMS,
Senin (30/1/2017)
Target
pendapatan PDAM Magetan pada 2015 menghasilkan keuntungan sekitar Rp.
2.528.415.403,- bersih. Sedang pada Tahun 2016 PDAM Magetan belum bisa
dibicarakan karena masih nunggu Audit, berhasil membukukan pendapatan senilai
miliar ?, kurang Berapa miliar ? dari target yang ditentukan apa tidak mari
kita tunggu setelah bulan Maret 2107, Senin (30/1/2017)
Dirut
PDAM Magetan Welly Kristanto, melalui Suji Humas PDAM Magetan, mengatakan pada
2015, PDAM Magetan mendapatkan keuntungan senilai Rp. 2.528.415.403,- bersih
dan pada tahun 2016 belum bisa di hitung karena masih menunggu audiet dari
BPKP, memenuhi target pendapatan miliar yang dientukan apa tidak. Target
tersebut bisa/tidak terealisasi karena jumlah pelanggan PDAM yang sedikit dan
tarif dasar air dinilai masih rendah.
“Tahun
2015 lalu kami hanya mendapatkan Rp 2,528.415.403,- dari target yang ditentukan
melebihi. Ada beberapa faktor yang mepengaruhi PDAM bisa atau tidak bisa
memenuhi target,” jelas Suji kepada Mearindo.com via SMS, Senin (30/1/2017).
Suji
menjelaskan hingga kini jumlah pelanggan PDAM Magetan sekitar 65.150 rumah
tangga. Setiap sambungan rata-rata mengonsumsi 14 – 25 meter kubik per hari.
Sedangkan
tarif air yang dikenakan ke pelanggan yaitu Rp 1.000 per meter kubik. Menurut
dia, tarif tersebut sangat murah dibandingkan biaya produksi yang dikeluarkan
perusahaan. Namun, dia tidak menjelaskan berapa biaya produksi air bersih itu.
“Tarif
dasar itu sudah empat tahun tidak mengalami kenaikan. Tahun ini rencana mau
dinaikkan, tapi ini masih dibahas,” terang dia.
Sejauh
ini, kata Suji, pelanggan PDAM tersebar di 18 Kecamatan se-Magetan. Namun,
pelanggan paling besar masih didominasi warga kecamatan kota. Mengenai
air baku PDAM Magetan, kata dia, menggunakan air dari sumber mata air dan sumur
dalam. Namun, ke depannya PDAM akan menggunakan sumber air dari sumber yang
selama ini belum dimanfaatkan sama sekali.
 

Ditanya
target pada 2017, Suji menyampaikan target pelanggan yaitu bertambah 2.000
sambungan sedangkan pendapatan ditargetkan akan dicapai sesuai yang di
targetkan. (lak)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan